Loading...
Showing posts with label Perikanan. Show all posts
Showing posts with label Perikanan. Show all posts

Cara Kerja Sistem Akuaponik DFT (Deep Flow Technique)

June 14, 2017 2 Comments
Akuaponik DFT (Deep Flow Technique) adalah sistem akuaponik yang menggunakan sistem DFT. Sedangkan sistem DFT adalah sistem penanaman yang memanfaatkan aliran air sebagai penyalur nutrisi. Air dialirkan dengan ketinggian kurang lebih sekitar 4-6 cm sehingga akan memudahkan tanaman untuk menyerap nutrisi yang berada dalam air.

Teknik ini sebagai penyempurnaan dari sistem rakit apung dan sistem NFT. Dalam rakit apung tanaman diletakkan diatas permukaan air sedangkan bahan organik lebih banyak berada pada bagian dasar kolam sehingga jumlah bahan organik yang dapat diserap tanaman lebih sedikit dari yang seharusnya. dengan sistem DFT unsur organik dalam dasar kolam bisa disalurkan ketanaman lebih baik.

Sistem Akuaponik DFT

Untuk memudahkan dalam menjelaskan sistem akuaponik DFT akan saya bagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mengenai sistem untuk membudidayakan ikan dalam kolam ikan. Sedangkan pada bagian kedua mengenai sistem untuk budidaya tanaman.

Sistem Budidaya Ikan

Ikan yang dipelihara dalam kolam akan menghasilkan kotoran beruapa bahan bahan organik. Bahan bahan ini bila dalam jumlah banyak akan membahayakan bagi kehidupan ikan sehingga perlu dilakukan pembersihan. Kotoran ikan ini berupa bahan organik yang sangat baik bagi tanaman. Dalam sistem akuaponik pembersihan kolam dilakukan dengan cara mengalirkan air didalam kolam menggunakan pompa air menuju proses budidaya tanaman.

Sistem Budidaya Tanaman

Pada bagian kedua berupa bagian penanaman. Pada bagian ini tanaman ditempatkan pada netpot dan diletakkan dilubang lubang penanaman. Pada bagian penampung air di kolam penanaman, air memiliki tinggi sekitar 4 sampai 6 cm. tingginya air didalam tempat penanaman berfungsi sebagai cadangan sehingga kita tidak perlu khawatir tanaman akan kekurangan atau telat air.

Dan proses inilah yang menbuat sistem ini dinamakan sistem akuaponik DFT. Sedangkan tanaman tepat berada diatas permukaan air dan bagian akar tercelup pada air. Air yang berasal dari kolam ikan kaya akan unsur organik yang sangat baik bagi tanaman. Tanaman akan menyerap nutrisi organik yang berada dalam air melalui akar akar yang tercelup pada air.

Air yang banyak mengandung nutrisi diserap tanaman sehingga air akan menjadi bersih kembali, setelah bersih air akan di buang kembali kekolam ikan melalui saluran pembuangan. Air yang sudah bersih sangat baik bagi perkembangan ikan. Dalam proses ini akan terjadi hubungan saling menguntungkan antara ikan dan tanaman.

Cara Kerja Sistem Akuaponik DFT (Deep Flow Technique)

Ikan memperoleh keuntukngan air sebagai habitat menjadi bersih setelah disetap oleh tanaman. Sedangkan untuk tanaman akan memperoleh manfaat baik berupa nutrisi yang berasal dari kotoran ikan. Nutrisi ini berbentuk organik sehingga tanaman yang diperoleh juga berupa tanaman organik. Tanaman organik sangat baik untuk kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Untuk memindahkan air dari dalam kolam menuju tempat pembudidayaan tanaman menggunakan pompa listrik sehingga pada saat terjadi pemadaman listrik air tidak lagi bisa mengalir. Tetapi dalam sistem DFT kita tidak perlu khawatir karena dengan air yang bercampur dengan nutrisi di bagian penanaman setinggi 4 sampai 6 cm akan membuat tanaman tidak akan langsung kekurangan nutrisi. Jadi ada jeda toleransi yang cukup lama untuk menunggu listrik menyala kembali.

Sekian artikel tentang cara kerja akuaponik DFT apabila ada pertanyaan, saran, koreksi, atau mungkin penambahan materi yang dirasa kurang langsung saja tinggakkan pesan anda pada kolom komentar. Komentar anda akan sangat berharga bagi pembaca yang lain trimakasih. Salam Guyub Tani

Cara Perkembangbiakan Lele Secara Alami dan Buatan

May 31, 2017 1 Comment
Secara alami lele biasanya hidup disungai yang memiliki arus yang cukup deras. Sungai yang deras memiliki lebih banyak makanan tersedia sehingga lebih banyak hewan hewan yang hidup disana termasuk lele yang biasa memakan hewan hewan kecil.

Lele bisa tumbuh dan bertahan hidup disungan yang jernih tetapi lele lebih suka hidup di sungai yang keruh seperti bahkan berlumpur. lelain itu lele juga dapat bertahan hidup di lingkungan air yang sangat tipis oksigen, hal ini karena lele memiliki dua cara untuk bernapas yaitu menggunakan ingsang atau langsung menganbil oksigen di udara.


Cara perkembang Biakan lele Alami dan Buatan

Perkembangbiakan Lele di Alam

Di alam lele biasa berkembang biak secara alami dengan pertemuan alami pula. Biasanya perkembangbiakan lele terjadi pada musim penghujan selain karena jumlah air di sungai melimpah biasanya pada musim penghujan juga lebih banyak tersedia makanan sehingga nantinya anak anak lele berpeluang lebih untuk bertahan hidup.

Di musim penghujan tanah disekitar tanah akan basah dan banyak yang terbawa aliran air kesungai sehingga tanah tanah yang berada di sungan menjadi lebih banyak dan lebih empuk, banyaknya endapan yang berada disungan membuat bau bau yang has yang disukai oleh lele. Dengan kondisi seperti ini akan merangsang lele untuk semakin matang dan siap untuk melakukan pemijahan.

Lele merupakan binatang yang tergolang melakukan perkembang biakan secara ovipar atau pembuahan telur diluar tubuh. Lele lele pejantan yang telah siap melakukan pemijahan akan mencari betina yang juga siap melakukan pemijahan. Setelah mereka bertemu maka akan mencari tempat strategis untuk menyimpan telur telurnya.

Setelah menemukan tempat yang dirasa bagus mereka akan melakukan perkawinan. Meskipun lele dikenal sebagai hewan yang kanibal tetapi lele merupakan hewan yang setia kepada pasangan jadi mereka akan menunggu telur telurnya secara bersamaan sampai menetas.

Untuk saat ini lele bukan hanya hidup di alam dan berkembang biak di alam tetapi sekarang sudah banyak orang yang membudidayakan lele dirumah baik hanya untuk peliharaan taupun untuk kepentingan bisnis. Dimasyarakat saat ini lele sudah dikembangbiakkan di kolam kolam baik dari tanah semen terpal atau fiber bahkan ada yang menggunkan drum sebagai kolam.

Kebutuhan akan bibit lele semakin lama semakin banyak dan perkembangbiakan dialam tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan. Sehingga saat ini lele sudah dilakukan pemijahan dikolam kolam budidaya baik secara lami maupun buatan.

Pemijahan Lele di Kolam Secara Alami

Pada dasarnya meskipun lele budidaya ditempatkan di kolam tetapi tetap dapat berkembang biak secara alami. Didalam kolam jumlah lele sebagai indukan sangat terbatas sehigga perlu dilakukan campur tangan manusia agar peluang lele memijah dan menghasilkan bibit lele yang berkualitas.

Yang pertama kita harus menyiapkan tempat yang layak sehingga lele yang akan melakukan pemijahan merasa nyaman jadi lele tidak stres karena lele yang stres akan mempengaruhi hasil pemijahan baik jumlah telur yang dihasilkan ataupun kualitasnya. Selanjutnya kita perlu mencari indukan yang berkualitas agar nantinya diperoleh hasi bibit yang unggul. Setelah memperoleh indukan unggul kita harus memastikan indukan tersebut lelah siap untuk dipijahkan.

Pemijahan lele di Kolam Secara buatan (tidak alami)

Didalam pemijahan lele secara biatan sebenarnya hampir sama dengan secara alami jadi kita tetap harus nenyiapkan tempat yang layak dan nyaman untuk lele dan mencari indukan yang memiliki kualitas baik. Bedanya pada proses pemijahan secara alami kita hanya bisa menunggu indukan lele siap untuk dipilahkan, tetapi dalam pemijahan secara buatan kita dapat membuat lele yang sebenarnya belum siap menjadi siap untuk dipijahkan.

Caranya dengan merangsang lele menggunakan hormon yang disuntikkan kedalam tubuh lele. Keuntungan pemijahan buatan kita dapat menghasilkan telur lele lebih banya dengan frekuensi lebih cepat sehingga akan dihasilkan lele yang lebih banyak.

Persiapan Air Kolam Lele Bioflok Dengan Baik

May 30, 2017 9 Comments
Bagi lele air merupakan media utama sebagai habitatnya. Semua jenis ikan termasuk lele tak akan bisa hidup tanpa adanya air. Lele memiliki dua cara untuk mengambil oksigen yang pertama lewat air yang disaring menggunakan ingsang. Selain ingsang lele juga dapat mengambil oksigen secara lengsung di udara luar air. meskipun begitu lele tetap saja tidak dapat hidup tanpa air.

Persiapan Air Kolam Lele Bioflok Dengan Baik
Untuk menghasilkan lele yang berkualitas tentunya perlu tempat (habitat) yang berkualitas. Itu sebabnya perlu dilakukan persiapan atau pengaturan air agar diperoleh hasil yang maksimal. Tahapan tahapan ini tidak sulit tapi kita perlu teliti.

Dalam bioflok kita menggunakan kolam bundar, septelah kolam siap perlu dilakukan persiapan air sebelum bibit siap ditebar. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kondisi air dengan kebutuhan hidup lele. Karena habitat lele dengan ikan jenis lele berbeda jadi perlu persiapan yang berbeda pula.

Persiapan air bioflok dipbutuhkan waktu kurang lebih 10 sampai 15 hari. dan dilakukan dengan urut agar hasilnya maksimal. berikut langkah langkah yang perlu dilakukan.

Hari pertama (pengisian air dan penjernihan)

Isi kolam dengan air yang jernih setinggi 1 meter. nyalakan aerator dengan tekanan kuat setiap hari 24 jam nonstop. Bila air kurang jernik dapat dilakukan penjernihan menggunakan kaporit (chlorine). Tabutkan kaporit kedalam kolam kurang lebih 30 ppm/m3 kedalam kolam selama tiga hari. Efek kaporit akan hilang setelah 3 hari. Selain menjernihkan kaporit dapat membunuh hama dan penyakit.

Hari keempat (penggaraman)

Setelah tida hari dan efek kaporit hilang lakukan penggaraman menggunakan garam grosok. fungsi penggaraman untuk menghambat dan menghilangkan parasit dan bakteri pathogen yang ada didalam kolam. Fungsi lain garam untuk menstabilkan pH air kolam dan juga mengikat ion nitrit. Dosis yang dibutuhkan 3 - 5 kg/m3.

Jangan menggunakan garam dapur karena garam dapur sudah melalui proses pabrik yang panjang yang berakibat tidak dapat menghilangkan atau menghambat parasit dan bakteri pathogen. Agar garam larut dengan air secara merata diamkan selama sehari.

Hari kelima (pemberian molase)

Pada hari kelima dapat diberikan molase tetes tebu atau gula merah cair sebanyak 50 - 100 ml/m3. Pemberian molase berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan planton (blue Green Algae) agar tidak mendominasi kolam.

Molase namtinya juga berfungsi sebagai makanan dari probiotik yang akan diberikan pada hari berikutnya. Pemberian molase juga dapat meningkatkan C:N rasio menjadi lebih tinggi sehingga bakteri heterotroof lebih berpeluang untuk hidup dan mendominasi kolam.

Hari keenam (pemberian probiotik)

Setelah pemberian molase langkah selanjutnya pemberian probiotik kedalam kolam. probiotik inilah yang nantinya akan membentuk flok flok yang siap digunakan sebagai makanan lele secara alami. Untuk memperoleh probiotik dapat dibeli ditoko berikanan atau membuatnya sendiri menggunakan bakteri laktobasilus.

setelah pemberian probiotik air didiamkan selama kurang lebih 10 hari. Hal ini bertujuan agar probiotik dapat berkembang dengan baik sengingga pembentukan flok akan lebih maksimal.

ciri ciri air yang siap atau berhasil, air akan berwarna kecoklatan dan berbau khas (tidak berbau busuk). Sekalilagi saya ingatkan selama proses persiapan kolam jangan mematikan aerator agar tingkat keberhasilannya lebih maksimal.

Penting dalam bioflok kolam harus berada ditempat yang teruh untuk menghindari terik matahari berlebih dan menghindari masuknya air hujan. apabila sampai kemasukan air hujan dapat berakibat fatal tehadap kesetabilan kolam karena air hujan bersifat asam. Air yang terlalu asam dapat menghambat pertumbuhan dan dapat berakibat kematian ikan. jadi apabila kemasukan air hujan segera lakukan pengecekan dan segera lakukan tindakan netralisir.

Cara Memilih Benih Lele Berkualitas

May 28, 2017 1 Comment
Dalam usaha pembesaran lele faktor yang paling menentukan yaitu bibit lele yang digunakan. Kita tidak akan mendapat kualitas panen yang baik kalau bibit yang kita tebar tidak berkualitas. Hal ini lah yang membuat pentingnya kita memperluas pengetahuan tentang bibit lele. ada dua cara untuk memperoleh bibit lele yang pertama tentunya kita memijahkan sendiri dari indukan yang berkualitas.

Untuk membuat bibit sendiri diperlukan pengetahuan serta keahlian sendiri yang bisa dibilang cukup rumit apabila kita juga melakukan budidaya pembesaran. Untuk saat ini pembuatan atau usaha budidaya bibit lele telah menjadi sekmen usaha tersendiri. Karena pembuatan juga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Cara Memilih Benih Lele Berkualitas

Alternatif lain untuk memperoleh bibit berkualitas kita dapat membeli dari penedia bibit. Kadangkala bibit yang ada dipasaran tidak dalam kondisi yang baik karena beberapa faktor. Hal itulah yang membuat pentingnya pengetahuan tentang ciri ciri bibit lele yang baik.

Ciri ciri bibit lele yang baik dan berkualitas tinggi

jenis lele
Pemilihan jenis lele sangat penting karena kalau kita memilih jenis bibit lele A tentunya panen yang diperoleh juga lele jenis A, tidak mungkin menjadi lele jenis B. pilih jenis lele yang tidak mudah terkena penyakit, pertumbuhannya cepat dan memiliki ukuran yang lebih besar.

Ukuran seragam dan mimiliki warna cerah
pileh bibit yang besarnya segaram agar tidak terjadi perbedaan yang siknifikan pada saat pemeliharaan. apabila bibit tidak seragam kemungkinan ada lele yang pertumbuh cepat besar dan ada lele yang pertumbuhannya lambat.

bila ini terjadi dampak buruk yang dihadapi lele akan menjadi kanibal. jadi pilih lele yang seragam dan bila sudah ditebar pertumbuhan lele tidak seragam maka lele perlu dilakukan penyortiran. Baca juga : Cara Sortir Lele dengan Teknik yang Benar

Gerakan lincah dan gesit
lele yang sehat memiliki gerakan yang lincah, bila akan dipegang lele akan langsung menghidar atau berusaha meloloskan diri. apabila bibt yang kta beli tidak lincah dan gesit lele akan mudah sakit dan setres terutama pada saat baru dipindahkan kekolam.

Tidak cacat dan tidak ada luka ditubuhnya
lele yang cacat atau luka akan sangat rentan terhadap penyakit. terkadang didalam air banyak bakteri jahat yang sangat mudah masuk lewal luka. tutuh lele yang luka dapat memicu lele yang lain untuk kanibal dan saling memburu satu sama lain.

Bebas dari penyakit
bila kita memaksakan menebar lele berpenyakit biasanya pertumbuhannya akan terganggu dan saat prosos budidaya banyak yang mati. bila tempat anda bebes penyakit dan anda membeli bibit lele berpenyakit terus anda pelihara di kolam bisa berdampak pada budidaya priode berikutnya karena banyak bakteri yang tertinggal di kolam dan sulit mati.

Nafsu makan tinggi
ciri ciri lele yang sehat akan selalu memiliki nafsu makan yang tinggi sehingga akan selalu melahap makanan yang diberikan.

Tidak stres
lele yang stres biasanya akan mengambang dipermukaan dan terlihat tidak tenang. lele yang stres sangat rentang terhadap penyakit.

Hal penting, apabila anda masih pemula usahakan menggunakan bibit yang sudah agak besar atau ukuran diatas 5cm. Karena bibit yang masih terlalau kecil sangat mudah stres dan masih sangat rentan terhadap penyakit.

Pada saat memindahkan ikan dari tempat pembenihan ke kolam pembesaran lakukan dengan hati hati. cek suhu dan pH air kolam pembesaran. sebelum menebar lele kekolam pembesaran lakukan penyesuaian suhu kolam terlebih dahulu.

Caranya tempatkan lele pada wadah atau ember kemudian masukkan kekolam, jangan dituang dulu dan tunggu hingga suhu air di ember sama dengan suhu kolam kurang lebih sekitar 5 sampai 10 menit. masukkan lele kedalam kolam dengan cara memiringkan ember secara perlahan hingga semua bibit lele masuk kedalam kolam.

Cara Sortir Lele dengan Teknik yang Benar

May 28, 2017 4 Comments
Sortir atau seleksi lele merupakan tindakan untuk menyeragamkan ukuran lele dengan cara memisahkan lele sesua ukurannya (memisahkan lele kecil dan lele besar). Lele perlu dipisahkan agar tidak terjadi kanibalisme. Biasanya lele besar akan memakan lele yang lebih kecil terutama pada saat mereka kelaparan atau ada lele yang lemah atau sakit.

Perilaku lele kanibal paling sering terjadi pada saat tengah malam atau menjelang pagi. Pada waktu itu biasanya lele masih aktif aktifnya dan jumlah makanan menipis atau kurang sehingga lele yang besar (kuat) akan memakan lele yang kecil atau lemah.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan ukuran lele tidak seragam. Meskipum bibit lele dari induk yang sama biasanya telur lele tidak menetas secara bersamaan. Meskipun perbedaan menetas hanya sehari dua hari akam mempengaruhi masa pertumbuhan terutama pada saat masih larva.

Cara Sortir Lele dengan Teknik yang Benar

Fakror lain yang mempengaruhi pertumbuhan lele biasanya pada saat perebutan makanan ada lele yang kalah bersaing sehingga jatah makanan yang dikonsumsi lebih sedikit artinya nutrisi yang dimasukkan dalam tubuh juga lebih sedikit dan akhirnya akan mempengaruhi tingkar pertumbuhan.

Dampak Buruk Kalau Lele tidak disortir

Dampak buruk jika sortir tidak dilakukan terjadi perbedaan ukuran lele yang siknifikan sehingga berpeluang besar terjadinya kanibal sehingga jumlah atau populasi lele di dalam kolam akan menurun tajam. Hal ini sangat merugikan mulai dari bibit, pakan hingga waktu yang terbuang sia sia. Alasan inilah yang mendorong perlunya dilakukan sortir secara berkala dan dilakukan dengan baik.

Waktu yang Baik Untuk Sortir

Pada prinsipnya lele disortir apabila sudah terjadi perbedaan yang berpotensi terjadinya kanibal. Kalau bicara waktu biasanya ukuran lele terlihat berbeda kurang lebih sekitar 3 mingguan. Jadi sortir lele dilakukan setiap terlihat ada lele yang besar dan kecil kurang lebih setiap 3 minggu sekali.

lele sebaiknya disortir pada pagi atau sore hari. suhu pada waktu pagi atau sore lebih sejuk sehingga mengurangi tingkat setres lele.

Peralatan Sortir


  • 3 kolam untuk sortir
  • bak sortir
  • serokan
  • air tandon
  • ember atau baskom


Cara Melakukan Sortir

pastikan lele yang akan disortir dalam keadaan sehat, sehari sebelum waktu penyortiran lele dipuasakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari lele menjadi sakit, memuntahkan pakan dan menghindari tubuh lele yang lecet akibat tergesek bak sortir. Pernah terjadi kasus dimana lele tidak dipuasakan hasilnya lele banyak terjadi lecet pada bagian perut dan akibatnya kondisi kesehatan menurun dan banyak yang mati.

siapkan kolam yang akan digunakan untuk menyortir usahakan tidak jauh dari kolam utama lele, kemudian isi kolam dengan air dengan ketinggian kurang lebih 30 sampai 40 cm. usahakan suhu air kolam dan susu kolam sortir tidak memiliki perbedaan yang jauh. jangan lupa lakukan penyesuaian pH air agar lele tidak setres.

siapkan bak sortir yang sesuai dengan ukuran lele (siapkan bak sortir dalam 3 ukuran).
kurangi air di dalam kolam agar memudahkan dalam pengambilan lele. serok lele menggunakan serokan yang telah disiapkan kemudian tempatkan pada ember.

masukkan lele kedalam bak sortir yang telah disiapkan pada ukuran yang kecil dahulu. masukkan setengah bagian bak kedalam kolam kemudian biarkan lele yang ukurannya kecil keluar dari lubang bak sortir.

setelah lele kecil keluar pundahkan kekolam sortir kedua, lele yang berada di bak sortir pertama dipindahkan ke bak sortir yang kedua kemudian celupkan bak sortir kekolam hingga lele kecil keluar. setelah selesai pindahkan ke kolam ketiga.

setelah sortir selesai masukkan lele pada kolam yang telah disiapkan sesua dengan ukuran sortir (menjadi 3 kolam). Baca juga : Tahapan Budidaya Lele Sistem Bioflok

Demikian tulisan mengenai cara sotir lele kali ini semoga bermanfaat. Salam Guyub Tani

Pola Pemberian Pakan Lele Bioflok Yang Benar

May 24, 2017 3 Comments
Saat ini budidaya lele telah menjadi primadona sebagai peluang usaha selain itu saat ini pemerintah juga mendukung penuh budidaya ikan. Budidaya ikan terutama lele bukan hanya menjanjikan keuntungan yang cukup besar tetapi metode budidaya lele semakain lama semakin moderen. Teknolegi paling terbaru saat ini yaitu teknologi bioflok. Dengan teknologi kegiatan budidaya semakin lama semakin efisien sehingga akan meningkatkan jumlah dan mutunya.

Pola Pemberian Pakan Lele Bioflok Banyak petani mengeluh tingginya harga pakan sehingga keuntungan akan berkutang. Untuk mengatasi hal ini kita dapat melakukan pengaturan pemburian pakan agar sesuai dengan perkembangai pertumbuhan ikan. Jadi tidak ada makan yang terbuang sia sia.

Agar dapat menghemat pakan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan  yang pertama dengan cara fermentasi pakan menggunakan probiotik. Fermentasi pakan dapat meningkatkan kualitas pakan dan mudah dicerna oleh lele. Jadi fermentasi sangat baik untuk lele. Lebih jelas mengenai fermentasi baca : Membuat Fermentasi Pakan Lele Bioflok yang Benar

Selain fermentasi hal lain yang perlu diperhatikan dalam upaya penghematan pakan yaitu melalui pengaturan waktu. Lele merupakan hewan nokturnal atau hewan yang aktif di malam hari. Inilah hal yang harus diwaspadai dalam budidaya ikan agar tidak kanibal. Karena kalou sampai terjadi ini sangat merugikan.

Waktu Pemberian Pakan

Dengan menggunakan sistem bioflok pemberian pakan cukup dilakukan dua kali dalam sehari. Pada pagi dan sore hari. Pencernaan lele akan mencerna makanan dengan sempurna membutuhkan waktu 8 sampai 9 jam. Jadi apabila kita memberikan pakan kurang dari 8 jam maka akan berakibat kurang baik seperti lele mengalami kembung kalau parah dapat berujung mati.

Selain itu pakan yang diberikan akan banyak yang terbuang sehingga akan banyak yang sia sia (ini sangar merugikan). Anda tidak perlu terlalu kawatir mengenai makanan sisa selama tidak berlebiahan sisa sisa pakan akan berguna sebagai pembentuk flok di dalam kolam, sekali lagi baik kalau tidak berlebihan. seperti yang sudah saya katakan lele merupakan hewan yang aktif pada malam hari jadi kita perlu memberikan porsi makan lebih banyak sedikit pada sore hari dibanding pada pagi hari.

Takaran Pakan

Agar mendapat berat yang maksimal serta biaya pakan yang lebih hemat perle dilakukan pengaturan pakan. Lele merupakan hewan yang sangat rakus jadi dia akan tetap berusaha makan meskipun perutnya sudah penuh makanan. Bahkan beberapa kali ditemukan kasus lele mati karena telelu banyak diberikan makan.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal lele diberi pakan kurang lebih 3 sampai 6% dari berat lele. untuk mengetahui berat lele kita tidak perlu menimbang semua ikan tapi cukup negambil beberapa kilo sebagai sampel. Ambil lele dan timbang satu kilo kemudian hitung berapa jumlahnya. Rumus menghitung toal lele, total jumlah lele dibagi jumlah lele sampel per kilogram.

Contoh anda tebar bibit 5000 ekor kemudian kemudian anda ambil sampel 1kg misal ada 25 ekor berarti 5000/25 = 200 kg. Kemudian 200 kg x 3% = 6 kg, 200 kg x 6% = 12 kg. jadi pemberian pakan antara 6-12 kg.

Kualitas Pakan

Agar menghasilkan bobot lele yang maksimal perlu diberikan pakan yang berkualitas. Permasalahannya pakan kualitas tinggi harganya sangat mahal tapi anda tidak perlu kawatir karena sistem bioflok sangat hemat pakan karena didalam kolam sudah ada flok yang siap digunakan sebagai pakan alami. Pada sistem bioflok setiap 1 minggu sekali lele harus dipuasakan agar memakan flok. setelah flok didalam kolam banyak kita dapat mengurangi penggunaan pakan hingga 30%.

Membuat Fermentasi Pakan Lele Bioflok yang Benar

May 22, 2017 3 Comments
Dalam budidaya lele biaya paling banyak digunakan untuk membeli pakan bakan bisa menyedot biaya hingga mencapai 75% lelih. Hal ini menunjukkan bahwa peranan pakan sangar penting. sangking pentingnya kesalahan dalam pemberian pakan akan mengurangi keuntungan bahkan bisa merugi. tenrunya hal ini sangar tidak diharapkan.

Saat ini semakin lama harga pakan semakin lama semakin tinggi tentunya kita sebagai pembudidaya/ petani lele perlu melakukan penghematan dengan mengurangi pakan, tetapi apabila kita lakukan hal itu resikonya sangat besar. Pertumbuhan lele akan melambat dan kurus kurus, itu artinya berat badan ikan juga akan mengalami penurunan yang berimbas kita menjadi merugi.

Membuat Fermentasi Pakan Lele Bioflok yang BenarCara lain dengan memberikan pakan alternatif seperti keong, siput, cacing, atau memberi makan bangkai ayam (tiren). pakan alternatif yang terlalu banyak juga tidak efektif untuk pembesaran ikan. Kadang kala kita juga sulit menemukan pakan alternatif tersebut karena beberapa hal.

kita ambil contoh saja pemberian pakan mengunakan ayam tiren. mungkin pada awal kita bisa mendapatkan pakan secara cuma cuma tetapi kadangkala lama kelamaan pemilik peternakan juga tidak akan rena memberikan bangkai ayamnya begitu saja, itu artinya kita harus membelinya.

Untuk menjawab ini para ilmuan berusaha membantu memecahkan permasalahan ini dan hasilnya ditemukan lah cara efektif dengan fermentasi. Dengan cara ini diyakini mampu menghemat pakan hingga 30%, selain itu juga dapat dengan mudah di cerna oleh ikan. Pakan yang telah di fermentasi dapat menghasilkan FCR hingga mencapai 0,8 sampai 0,6.

Pakan fermentasi sangat cocok dengan sistem bioflok yang mana di dalam kolam bioflok juga menggunakan probioting dalam pembentukan flok sebagai pakan alaminya. Dengan menggunakan pakan fermentasi pertumbuhan ikan menjasi lebih cepat bahkan juga akan memperpendek masa pembesaran sehingga memungkinkan panen lebih cepat dibanding sistem konvensional.

Fermentasi Menggunakan Probiotik

Untuk melakukan fermentasi dilakukan dengan cara menggunakan bakteri probiotik. probiotik adalah mekroarganisme yang bersifat non patogen. fermentasi menggunakan probiotik mampu memperbaiki pertumbuhan, efisiensi konsumsi pakan serta menjaga kesehatan lele. Pemberian probiotik pada pakan akan menyeimbangkan mikrobiologis di dalam pencernaan sehingga ikan akan lebih sehat.

Tujuan fermentasi pakan yaitu untuk memotong rantai peptide protein dari rantai yang panjang menjadi pendek pendek. Bakreri akan memanfaatkan substrat yang ada didalam pakan kemudian dirubah menjadi protein yang lebih baik.

Cara Membuat Fermentasi

Untuk membuat fermentasi campurkan probiotik sebanyak 2 sampai 4 ml/kg pakan sengan air sebanyak 25% berat pakan. Aduk hingga merata kemudian campur dengan pakan dan aduk kembali sampai benar benar merata kalau perlu gunakan mesin pengaduk. kemudian tempatkan pakan kedalam wadah dan tutup dengan rapat. Pakan siap diberikan setelah 48 jam.

Manfaat Fermentasi

Selain untuk membantu proses fermentasi pemberian air berfungsi agar pelet (pakan) merkembang. Hal ini bertujuan agar peda saat di makan dan masuk pencernaan tidak mengalami pengembangan lagi. mengingat lele merupakan hewan yang sangat rakus.

Pakan fermentasi selain kandungan gizinya yang lebih tinggi juga merangsang nafsu makan ikan. Pakan fermentasi memiliki aroma yang merangsang nafsu makan ikan bahkan ikan yang malas malan untuk makan akan menjadi semangat kembali. disisi lain pakan hasil fermentasi mengandung enzim yang baik untuk pencernaan sehingga ikan tidak akan mudah sakit. kalau lele sehat nafsu makan menjadi besar pertumbuhan lebih optimal sehingga hasilnya juga menjadi lebih banyak.

Jadi kesimpulanya Fermentasi pakan pada sistem budidaya lele bioflok akan meningkatkan kualitas maupun kuantitas lele. selain itu juga dapat mengurangi masa produksi. Keuntungan petani pun juga akan lebih besar bila dibandingkan dengan sistem konvensional.

Tahapan Budidaya Lele Sistem Bioflok

May 21, 2017 5 Comments
Untuk menghasilkan lele yang berkualitas dan kuantitas yang baik perlu melakukan tahapan tahapan dengan benar. Berikut saya akan menjelaskan tahapan tahapan bedidaya lele sisten bioflok dari mulai awal sampai panen.

Pembuatan Kolam

Untuk kolam bioflok menggunakan kolam bundar atau yang mendekati bundar. Alasan penggunaan kolam bundar karena kolam bundar tidak memiliki sudut ikan akan berenang berputar mengelilingi kolam tanpa menemukan ujung. selain itu distribusi oksigen dari aerator akan meerata.

Kolam dapat di buat menggunakan bahan terpat, fiber ataupun dari bahan semen. tinggi kolam sekitar 110 cm dengan sedangkan diameternya dapat disesuaikan dengan kebutuhan (misal D1, D2, D3, atau D4).Kusus untuk kolam semen yang baru perlu dilakukan tindakan khusus karena pada kolam baru masih banyak mengandung bahan sisa semen yang dapat meracuni ikan.

Persiapan Air

Setelah kolam jadi isi air dnegan ketinggian 90 sampai 100 cm kemudian dilakukan penjernihan menggunakan kaporit dengan takaran 20 sampai 30 gram/m3. air diaerosi sterus menerus selama 24 jam nonstop selama 3 hari. Setelah 3 hari efek kaporit akan hilang kemudian masukkan molase tetes tebu atau gula merah cair. hari berikutnya masukkan probiotik kedalam kolam. Hari berikutnya masukkan garam grosok kedalam kolam.

Perlu diingan agar hasil maksimal jangan pernah matikan aerator. setelah itu tuggu dan air akan siap digunakan setelah 7 sampai 10 hari. ciri ciri air hasil fermentasi yang baik, air berwarna agak kecoklat coklatan. didalam kolam terdapat flok atau gumpalan gumpalan kecil yang cukup banyak. flok inilah yang nantinya akan menjadi makanan ikan secara alami.

Pemilihan Bibit

Bibit yang baik diambil dari induk yang berkualitas dan dipelihara dengan baik. Bibit yang baik harus memiliki ukuran yang sama, lincah dan tidak ada luka atau cacat pada tubuhnya. Usahakan dari induk yang sama agar seragam. Kita dapat menebar benih dari ukuran kecil 34 atau yang sedah besar 78.

Sebelum melakukan penebaran benih perlu dilakukan penyesuaian suha ikan dengan suhu kolam. Tujuannya agar saat ikan masuk kolam tidak terjadi stres berlebihan. caranya sengan menempatkan bibit pada wadah plastik atau ember kemudian masukkan wadah kedalam kolam. Tunggu beberapa saat kurang lebih 5 sampai 10 menit agar suhu air di dalam ember sama dengan suhu kolam. Setelah itu baru masukkan benih kedalam kolam secara perlahan dengan cara memiringkan ember hingga semua bibit masuk kedalam kolam.

Menyiapkan Pakan Fermentasi

Agar pertumbuhan lele lebih maksimal perlu di berikan pakan yang  berukualitas. Untuk membuat pakan yang berkualitas baik pakan perlu di fermentasi. Fermentasi jega bermanfaat menyehatkan pencernaan ikan sehingga makanan yang dimakan lele akan maksimal diserap sehingga ikan akam lebih cepat besar dan lebih sehat.

Pembuatan fermentasi dapat dilakukan dengan cara. mencampur probiotik dengan air sebanyak 25% dari berat pakan dengan yang akan difermentasi. campur dengan merata kemudian masukkan pakan kedalam wadah dan tutup dengan rapat. pakan akan siap digunakan setelah 48 jam.

Pemberian Pakan

Pencernaan lele dapat mencerna makanan dengan baik membutuhkan waktu kurang lebih 8 sampai 9 jam. Jadi lele sebaiknya diberi makan sehari cukup 2 kali pada pagi hari dan sore hari. Pakan diberikan dengan takaran 3 sampai 6 persen berat ikan. atau dengan tingkar kekenyangan 80%. setiap 1 kali dalam seminggu lele dipuasakan dan penggunaan pakan dapat dikurangi 30% setelah flok didalam kolam sudah banyak.

Penyortiran

Pertumbuhan lele biasanya tidak seragam karena beberapa faktor seperti kalah dalam persaingan perebutan makan atau memang dasar dari ikannya memiliki pertumbuhan yang lambat. Penyortiran dilakukan setiap 3 minggu sekali dan 2 atau 3 kategori berdasarkan ukuran ikan.

Manfaat penyortiran untuk menghindari kanibalisme karena biasanya lele yang besar akan memakan lele yang lebih kecil. Selain itu agar lele dapat dirawat dengan intensif sehingga pertumbuhannya bisa normal kembali. Setelah penyortiran masukkan lele pada kolam yang berbeda sesuai dengan ukurannya jadi kita membutuhkan 2 atau 3 kolam.

Panen

Panen merupakan bagin yang ditunggu tunggu para petani. Lele siap panen setelah Usia 2,5 sampai 3 bulan tergantung pertumbuhan ikan. sedangkan isi setiap Kilonya sekitar 8 sampai 10 ekor untuk konsumsi. sedangkan 1 sampai 3 ekor untuk pemancingan biasanya membutuhkan pemeliharan yang lebih lama.

Baca juga : Kenapa Harus Memilih Budidaya Lele Bioflok? Demikian artikel kali ini semoga bermanfaat. Salam Guyub Tani

Kenapa Harus Memilih Budidaya Lele Bioflok?

May 20, 2017 Add Comment
Belakangan ini banyak bermunculan para pembudidaya lele baru yang mencoba peruntungan. Hal ini terjadi karena budidaya lele saat ini menawarkan keuntungan yang cukup tinggi dan siklus panenya cukup singkat bila dibandingkan dengan budidaya ikan jenis lain yaitu hanya 2,5 sampai 3 bulan saja sedangkan ikan lain bisa mencapai 7 sampai 8 bulan.

Memilih Budidaya Lele BioflokMeskipun banyak menawarkan keuntungan, budidaya lele jega memiliki tantangan yang cukup berat apalagi kita menggunakan sistem budidaya kenvensional. Saat ini harga kapan semakin lama semakin tinggi padahal kebutuhan modal paling banyak untuk membeli pakan mencapai 75%. Selain itu kendala lain yang sering dihadapi sait ini semakin sempitnya lahan untuk budidaya.

Membaca banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh para petani lele, para ilmuan mencoba mencarikan solusi melalui jalur teknologi. Hasilnya ditemukanlah teknologi budidaya lele sistem bioflok. Sistem ini digadang gadang memiliki banyak keunggulan dan mampu meningkatkan produksi.

Bioflok berasal dari kata bio yang artinya kehidupan sedangkan flok artinya gumpalan. Jadi bioflok dapat diartikan sebagai sistem yang memanfaatkan bahansisa atau kotoran yang berada di dalam kolam dengan cara menjadikannya sebagai gumpalan gumpalan kecil yang nantinya dapat menjadi makanan tambahan bagi lele.

Prinsip kerja bioflok yaitu mengubah senyawa organik amoniak, hidrogen sulfida ,gas metan, nitrit yang bahaya bagi kehidupan lele menjadi makanan yang berprotein tinggi dengan cara memasukkan probiotik. munculnya bahan bahan yang beracun ini karena tingkat oksigen dalam air sangat rendah sehingga bakteri yang mampu hidup yaitu bakteri anairob. Supaya bakteri yang hidup bakteri aerob maka kolam perlu mendapat pasokan ogsigen yang banyak.

Untuk meningkatkan ogsigen sistem perlu di aerasi secara terus menerus. Aerator (alat untuk aerasi) di tempatkan ditengah kolam. Selain untuk meningkatkan ogsigen aerator berfungsi untuk mengaduk air dan endapan yang ada didalam kolam.

Sistem bioflok menggunakan kolam bundar karena pada kolam bundar jarak antara aerator dengan tepi kolam sama di setiap sisinya. Dengan bentuk kolam seperti ini penyebaran oksigen akan menjadi sama sisemua bagian kolam.

Budidaya sistem bioflok mampu menghemat pakan hingga 30%. hal ini bisa terjadi karena adanya makanan berprotein tinggi berupa flok yang telah ada didalam kolam. Pakan yang hemat akan meningkatkan keuntungan petani mengingat biaya paling besar untuk membeli pakan.

Selama pembudidayaan air dalam sistem bioflok didak akan diganti sehingga akan menghemat air. Hal ini sangat bermanfaat terutama pada daerah yang sangat sulit air. Sebenarnya dalam bioflok ada air yang dibuang (untuk membuang endapan di dalam kolam) dan ditambahkan tetapi bila dihitung akan tetap jauh lebih hemat air bila dibanding sistem konvensional. Pembuangan air dilakukan setiap hari 1 kali dan akan ditambahkan air kembali setiap 1 minggu sekali.

Dibanding dengan sistem konvensional, bioflok menampung ikan lebih banyak. Dalam luas kolam yang sama pada kolam konvensional hanya mampu menampung ikan kurang lebih 300 sampai 500 ekor/ m3 sedangkan pada sistem bioflok mampu menampung hingga 1000 ekor/ m3 bahkan bisa lebih. Dengan daya tampung yang lebih banyak maka produksi akan lebih banyak meskipun lahannya terbatas.

Kolam yang baik memiliki pH 6 sampai 9. Untuk lele yang masih kecil usahakan pH air diantara 6 sampai 7,5 karena lele kecil kurang mampu hidup pada kondiri pH tinggi.

Kolam merupakan bagian penting dalam budidaya lele untuk mempelajari lebih lanjut baca Memilih Kolam Untuk Lele Bioflok. Semoga bermanfaat Salam dari Guyub Tani.

Memilih Kolam Untuk lele Bioflok

May 19, 2017 3 Comments
Salah satu bagian penting dalam budidaya lele bioflok yaitu kolam. kolam merupakan tempat untuk menampung air sebagai habitat lele. bioflok merupakan sistem budidaya intensif sehingga pemilihan kolam yang sesua sangat diperlukan karena apabila salah pilih sistem tidak akan berjalan dengan baik dan berujung pada kegagalan.

Memilih Kolam Untuk lele Bioflok

Sistem bioflok menggunakan kolam bundar sebagai tempatnya. Kolam bundar dipilih karena memiliki keunggulan yang cocok dengan sistem bioflok. Sebenarnya sistem bioflok juga dapat menggunakan kolam bentuk lain seperti kolam persegi panjang, kolam kotak, atau kolam jenis yang lain akan tetapi membuat sistem tidak sempurna sehingga memperbesar potensi kegagalan.

Didalam bioflok air perlu diaduk menggunakan aerator agar kondungan oksigen dalam air menjadi merata dan tinggi. Pada kolam bundar aerator ditempatkan di tengah kolam agar bisa menjangkau keseluruh bagian kolam. Sedangkan apabila menggunakan kolam kotak dan aerator ditempatkan di tengah, oksigen akan sangat sulit menjangkau bagian sudut kolam, sehingga akan terjadi penumpukan amoniak yang dapat menyebabkan ikan keracunan.

Alasan lain kenapa menggunakan kolam bundar karena kolam bundar tidak memiliki sudut sehingga ikan akan berenang berputar terus menerus dan tidak menemukan ujungnya. Berbeda dengan apabila menggunakan kolam kotak yang memiliki sudut biasanya ikan akan berenang dan berhenti di sudut kolam, padahan pada sudut kolam sulit terjangkau oksigen dari aerator sehingga ikan akan lebih mudah mati karena keracunan amoniak.

Ukuran kolam bundar bermacam macam umumnya berukuran antara 1 meter sampai 4 meter dengan ketinggian kurang lebih sekitar 1,1 meter. Diisi air dengan ketinggian kurang lebih 90 sampai 100 cm. penentuan ukuran kolam biasanya berdasarkan luas lahan yang dimiliki atau jumlah produksi yang ingin dicapai pada tiap kolam.

Pada bagian tengah kolam bibuat kemiringan 5 derajat kearah tengah kolam. kemiringan ini berfungsi agar kotoran dan sisa pakan yang tidak berguna lagi dapat terkumpul ditengah sehingga akan memudahkan dalam pembuangan. Selain itu membuat flok yang telah terbentuk akan terkumpul ditengah dan teraduk oleh aerator.

Pada bagian pembuangan diberi saringan agar ikan tidak ikut terbuang pada saat membuang kotoran. Sedangkan pada bagian luar diberi pipa paralon sebagai pembatas air. Tujuannya agar air dalam kolam tidak berlebihan ataupun meluber, apabila itu terjadi lele dapat molompat keluar. Pembatas dibuat dengan ketinggian air maksimal 100 cm di dalam kolam.

Kolam bisa dibuat dari bahan terpal, bener, fiber atau menggunakan bahan dari semen. saat ini sangat populer nggunakan bahan kolam dari terpal karena harganya yang lebih murah dan dapat dipindah pindah. Tetapi umur kolam terpal hanya bertahan kurang lebih 2 sampai 3 tahun tergantung perawatan dan kualitas bahan. sedangkan kolam dari bahan seperti fiber atau semen lebih kuat tetapi harganya jauh lebih mahal.

Dalam budidaya lele sebaiknya kita tidak hanya membuat satu kolam saja. Kenapa? hal ini sangat bermanfaat ketika penyortiran karena kita perlu memisahkan ikan dengan ukuran besar dengan yang kecil agar pertumbuhan lele maksimal, jadi minimal kita memiliki 2 atau 3 kolam. semakin banyak anda memiliki kolam semakin baik dan memudahkan dalam pemeliharaan.

Demikian artikel pentang memilih kolam untuk lele bioflok apabila anda ingin membuat kolam bioflok silahkan baca Membuat Kolam Bulat untuk Lele Bioflok. Semoga artikel ini bermanfaat dan apabila ada pertanyaan silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar saya siap membantu. Trimakasih.

Membuat Kolam Bundar untuk Lele Bioflok

May 18, 2017 Add Comment
Ukuran kolam bundar bermacam macam umumnya berukuran antara 1 meter sampai 4 meter dengan ketinggian kurang lebih sekitar 1,1 meter. Diisi air dengan ketinggian kurang lebih 90 sampai 100 cm. penentuan ukuran kolam biasanya berdasarkan luas lahan yang dimiliki atau jumlah produksi yang ingin dicapai pada tiap kolam.

Kolam Bundar Lele Bioflok

Kolam bisa dibuat dari bahan terpal, bener, fiber atau menggunakan bahan dari semen. Dalam kesempatan kali ini kita akan membahas cara membuat kolam dari terpal. Untuk membuatnya diperlukan bahan bahan sebagai berikut:

Bahan Bahan

  • 1 terpal kolam bulat
  • talang karet sepanjang lingkaran kolam dan tinggi 110 cm
  • besi penyangga (rangka) sepanjang lingkaran kolam
  • pipa paralon ukuran 2 atau 3 dimm
  • 2 keni
  • lem
  • pengikat
  • sekam padi

Cara Membuat

Potong pipa paralon dengan panjang sesuai dengan diameter kolam ditambah kurang lebih 20 sampai 30 cm. Pipa disambung dengan keni dan dilem, pipa berfungsi sebagai tempat pembuangan air. Siapkan lokasi kolam dan diratakan kemudian pada bagian tengah dilubangi sebagai tempat pembuangan. letakkan paralon pada tempat yang telah disiapkan dan hadapkan keni keatas tepat ditengah kolam. Timbun pipa dengan tanah agar tidak bergerak (apabila ingi lebih kuat penutupan pipa dilakukan menggunakan semen).

Potong besi penyangga dengan panjang sesuai keliling kolam dan buat melingkar kemudian satukan ujung satu dengan ujung yang lain kemudian dilas agar kuat.

Letakkan besi penyangga di lokasi yang telah disiapkan. agar lebih kuat dapat diberikan batu bata di sekeliling kolam kurang lebih satu atau dua tingkat kemudian disemen.

Pasang talang karpet mengelilingibagian dalam dari besi penyangga dan dilakukan pengikatan agar tidak terjatuh ataupun terlipat. Pengikatan dilakukan pada bagian atas talang karpet dengan pesi penyangga dan beberapa bagian yang diperlukan.

Masukkan sekam padi pada dasar kolam dengan membenuk kemiringan kurang lebih 5 derajat dengan titik cekung berada di tengah kolam. Sekam berfungsi sebagai alas agar terpal tidak mudah sobek sekaligus menjaga suhu kolam terutama bagian bawah.

Letakkan kolam terpal pada tengah kolam dan sesuaikan dengan kerangka yang telah dibuat. Pada bagian tengah terpal atau tepat diatas lubang keni terpal dilubangi menggunakan kater atau gunting kemudian di lem dengan keni dengan rapat (jangan sampai longgar atau kurang rapat karena akan mudah bocor). Pemasangan terpal jangan sampai kendur sebagian atau kurang pas karena akan mengurangi umur kolam. Pada bagian atas terpal dilipat keluar (disesuaikan dengan kerangka) kemudian diikat dengan rangka.

Pada bagian saluran pembuangan perlu diberi saringan agar ikan tidak keluar. saringan dibuat dari paralon dengan panjang kurang lebih 25 sampai 30 cm kemudian pada bagian atas diberi tutup. Kemudian paralon diberi lubang dengan jarak kurang lebih 1 cm dari bawah sampai atas (semua bagian). ukuran lubang dibuat lebih kecil dari ukuran lele yang kakan ditebar.

Pada bagian ujung paralon yang berada diluar diberi keni menghadap keatas. Keni tidak perlu di lem agar dapat dengan mudah dilepas pada saat panen, atau penguradan air. potong parolon dengan panjang 1 meter kemudian dipasang dikeni luar menghadap keatas. Fungsi parlon sebagai batas maksimal air di dalam kolam (agar air tidak meluber dari kolam karena kebanyakan air). Kolam siap diisi air.

Banyak pembudidaya lele yang mengeluh mengenai biaya pembuatan kolam yang mahal dan mungkin anda salah satunya. Apabila ini terjadi pada anda, kita dapat mensiasati pembuatan kolam dengan bahan alternatif seperti mengganti kerangka besi dengan menggunakan bambu, mengganti talang karet dengan menggunakan terpal yang sudah tidak digunakan tetapi masih cukup kuat dan alternatif alternatif yang lain sesuai dengan kreatifitas anda. Semoga artikel ini bermanfaat selamat beternak lele semoga berhasil.