Loading...
Showing posts with label Rakit Apung. Show all posts
Showing posts with label Rakit Apung. Show all posts

Membuat Akuaponik Rakit Apung (Water Culture)

June 07, 2017 Add Comment
Akuaponik takit apung atau water culture adalah penggabungan budidaya ikan dengan bididaya tanaman dengan cara menggunakan rakit yang di apungkan di atas kolam ikan. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen tanaman ada ikan di dasar kolam diletakkan aerator. Karena akar tanaman akan selalu terendam air setiap saat maka tanaman yang sesuai dengan sistem akuaponik ini adalah tanaman yang banyak menykai air seperti slada, sawi, pakcoy, kangkung dan lainnya.

Bahan dan Membuat Akuaponik Rakit Apung

  • kolam ikan (bisa menggunakan semen, fiber, terpal atau bahan yang lain)
  • styrofoam
  • netpot diameter 5 cm
  • media tanam
  • air
  • ikan
  • aerator
  • bibit tanaman

Cara Membuat Akuaponik Rakit Apung

Untuk membuat akuaponik rakit apung dapat dimulai dari mempersiapkan kolam sebagai penampungnya. Bahan untuk kolam dapat menggunakan semen, terpal, fiber, dan bahan lainnya yang penting kuat dan tahan lama. Khusus untuk kolam yang terbuat dari semen perlu dilakukan persiapan sebelum digunakan. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan racun dari sisa sisa semen yang masih menempel pada dinding kolam.

Kolam sebaiknya memiliki tinggi antara 60 sampai 100 cm disesuaikan dengan ikan yang akan dipelihara. Siapkan aerator dan tempatkan ditengah dasar kolam. Untuk jumlah aerator yang digunakan dapat disesuaikan dengan seberapa luas kolam karena apabila kolam yang digunakan terlalu luas dan jumlah aerator yang digunakan terlalu sedikit maka jumlah oksigen akan kurang dan bila penggunaan aerator terlalu banyak dapat membuat ikan dikolam stres.

Isi kolam dengan air bersih dan nyalakan aerator agar kadar oksigen dalam air meninggkat, air di diamkan selama 1 sampai 3 hari. Setelah kolam siap masukkan ikan kedalam kolam, mengenai jumlah dapat disesuaikan dengan jenis ikan.


Sambil menunggu kolam siap kita dapat membuat media tanam. Langkah pertama, ambil styrofoam yang telah disiapkan kemudian beri lugang menggunakan kater dengan diameter 5 cm. Jarak tiap lubang antara 10 sampai 20 cm atau disesuaikan dengan tanaman yang akan ditanam.

Gunakan bibit yang sudah memiliki banyak akar dan sudah memiliki beberapa helai daun. Media tanam dapat menggunakan rockwool, hidroton, spons, arang, krikil atau sabut kelapa. Tempatkan bibit pada tengah netpot dan kemudian isi netpot dengan media tanam. Posisi bibit tanaman berada ditengah dan berdiri tegak. Setelah siap tempatkan netpot pada lubang styrofoam yang telah dibuat.

Setelah kolam siap dan tanaman siap langkah selajutnya tempatkan styrofoam yang telah berisi bibit tanaman kedalam kolam (mengambang di atas kolam ikan). Dengan posisi seperti itu maka tanaman akan dengan mudah menyerap nutrisi didalam air.

Perawatan

Agar akuaponik berjalan dengan baik dan seimbang maka perlu dilakukan perawatan secara rutin. Yang pertama priksa pH air, pastikan pH air dalam kondisi yang sesua bagi pertumbuhan ikan dan tanaman antara 6 sampai 8. Periksa apakah ada penyakit pada ikan seperti jamur cacar atau penyakit yang lain, kalau ada penyakit segera lakukan tindakan pengobatan agar tidak meluas.

Selain itu bila dibiarkan lama kelamaan akan berdampak pada tanaman. Apabila tanaman terkena hama segera lakukan jangan menunggu terlalu lama, bila terlalu lama hama dan penyakit akan menyebar dengan cepat apalagi bila berhubungan dengan air dan akar tanaman. Agar lebih memahami sistem baca juga : Cara Kerja Aquaponik Rakit Apung.

Sekian tulisan tentang membuat akuaponik rakit apung semoga dapat menambah pengetahuan kita semua. Apabila ada yang perlu ditambahkan bisa ditambahkan dikolom komentar. Salam Guyub Tani

Cara Kerja Aquaponik Rakit Apung

June 06, 2017 Add Comment
Aquaponik rakit apung adalah penggabungan antara budidaya tanaman meggunakan konsep rakit apung dengan budidaya tanaman dalam satu kesatuan yang saling menguntungkan satu sama lain. Dinamakan rakit apung karena tanaman ditanam pada rakit yang diapungkan diatas kolam sehingga seperti rakit yang mengapung.

Cara Kerja Aquaponik Rakit Apung

Pertama buat kolam sesua dengan ukuran yang diinginkan kemudian masukkan ikan dalam kolam. Jumlah ikan jangan terlalu padat agar ikan tidak mudah stres. Tanaman ditempatkan dalam netpot kemudian ditempatkan didalam steorofom yang telah dilubangi sesuai dengan netpot dengan jarah antara 10 sampai 20 cm disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam.

Steorofom ditempatkan di atas kolam ikan dan dibiarkan tanaman menyerap nutrisi yang ada didalam kolam secara langsung. Didalam kolam ditempatkan aerator untuk menambah kadar oksigen dalam air. Selain untuk menambah kadar oksigen aerator berfungsi untuk mengaduk air jadi kadar konsentrasi organik dalam air menjadi merata dan lebih mudah diserap oleh tanaman.

Cara Kerja Aquaponik Rakit Apung

Dengan menempatkan tanaman pada netpot di atas steorofom membiat sebagian akar tanaman tidak tercelup larutan nutrisi sehingga melambah penyerapan oksiten oleh tanaman.

Tanaman akan menyerap unsur unsur seperti urin dan amoniak di dalam air. Unsur unsur tersebit sangat bermanfaat bagi tanaman tetapi sangat berbahaya bagi ikan. Dalam konsentrasi yang tinggi ikan dapat keracunan dan mati. Setelah unusr ursur organik terserap tanaman maka air akan menjadi bersih kembali dan itu artinya habitat ikan menjadi baik kembali. Ikan akan dapat tumbuh dengan optimal karena air telah bersih dan kaya akan oksigen.

Dalam proses ini akan terjadi hubungan yang salaing menguntungkan antara ikan dan tanaman secara langsung. Tanaman mendapat nutrisi untuk mendukung pertumbuhannya sedangkan ikan mendapatkan keuntungan air yang sudah kotor kembali menjadi bersih kembali sehingga habitat ikan menjadi sehat dan ikan dapat tumbuh optimal. Dalam sistem aquaponik kita tidak perlu menambahkan nutrisi apapun unutuk tanaman cukup dengan memberi makan ikan secukupnya.

Mungkin di antara kalian ada yang pernah membaca atau mempelajari sistem hidroponik rakit apung dan merasa kok sangat mirip. Meman sistem ini menggunakan struktur seperti pada sistem hidroponik tetapi tidak menggunakan larutan nutrisi karena dalam aquaponik nutrisi tanaman diperoleh dari kotoran ikan.

Karena nutrisi yang diperoleh dari kolam berupa unsur unsur yang organik maka nanti akan diperoleh hasil tanaman yang organik pula. Jadi tanaman yang dihasilkan akan menjadi lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi manusia dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

Meskipun hubungan tanaman dengan ikan saling mengguntungkan kita tetap perlu melalukan perawatan pada sistem aquaponik agar diperoleh hasil yang maksimal. Periksa secara berkala kondisi air apakan terjadi keseimbangan antara jumlah ikan dengan tanaman yang ditanam.

Karena apabila tidak seimbang misal jumlah ikan terlalu banyak dan tanaman sedikit maka kemungkinan tanaman tidak mampu membersihkan kolam jadi kolam kurang baik bagi pertumbuhan ikan. Dan sebaliknya bila tanamannya yang telalu banyak maka nutrisi yang dibutuhkan tidak memcukupi sehigga tanaman tidak akan berkembang dengan baik. Priksa kondisi pH air dan pastikan sesuai dengan kebituhan ikan dan tanaman. Baca juga Membuat Akuaponik Rakit Apung (Water Culture).

Agar lebih paham mengenai perbedaan aquaponik dan hidroponik rakit apung baca jugaCara Kerja Hidroponik Rakit Apung Lengkap. Sekian tulisan mengenai cara kerja aquaponik rakit apung semoga dapat menambah pengetahuan kita bersama dan apabila ada pertanyaan dan ada yang perlu ditambahkan silahkan tambahkan pada kolom komentar. Salam Guyub Tani

Cara Kerja Hidroponik Rakit Apung Lengkap

April 24, 2016 Add Comment
Hidroponik rakit apung merupakan salah satu bentuk pengembangan dari sistem bertanam hidroponik. Hidroponik rakit apung sangat cocok dikembangkan dalam sekala besar untuk kepentingan komersil maupun untuk sekala rumah tangga. Metode ini dikembangkan oleh Massantini pada tahun 1976 di Itali dan Jensen pada tahun 1980 di Arizona. Pada saat itu di kembangkan penanaman sayur sayuran dilubang styrofoam yang di letakkan di atas larutan nutrisi.

Cara Kerja Hidroponik Rakit Apung Lengkap
Seperti pada sistem hidroponik yang lain, hidroponik jaring apung juga dapat di jadikan sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian tetapi terbentur oleh lahan pertanian yang terbatas. Hidroponik rakit apung sangat mungkin diterapkan di lahan sempit seperti pekarangan rumah. Pembuatan rakit apung juga sangat sederhana dan dapat memanfaatkan bahan yang ada disekitar kita.

Biaya pembuatannya juga tergolong relatif murah serta biaya oprasionalnya juga kecil. Hidroponik rakit apung sangat cocok diterapkan bagi orang yang memiliki aktifitas padat bahkan yang sering bepergian tetapi tetap ingin mengembangkan pertanian. Karena dalam sistem ini tidak menggunakan listrik seperti pada hidroponik NFT dan aeroponik jadi pada saat ditinggal tidak takut sistem terganggu.

Cara Kerja Sistem Hidroponik Rakit Apung

Tanaman yang dibiarkan mengapung bersama styrofoam diatas larutan nutrisi. Larutan nutrisi dibiarkan terus menerus menggenang seperti kolam sehingga akar tanaman akan dapat menyerap nutrisi tanaman tanpa takut kekurangan atau kehabiasan. Dengan cara ini akan menghindarkan tanaman layu akibat kurangnya air dan larutan nutrisi. Meskipun seperti itu tetap harus diperhatikan jumlah minimal nutrisi yang harus tersedia di kolam.

Ada sebagian akar tanaman yang tidak terendam dalam larutan nutrisi atau berada diatas permukaan sehingga memungkinkan terjadinya percamputran oksogen dengan nurtisi yang akan masuk kedalam tanaman. Hal ini penting mengingat tanaman sangat membutuhkan oksigen dalam proses fotosintesis sehingga akan didapat tanaman yang berkualitas.

Perawatan yang Diperlukan

Meskipun hidroponik rakit apung tergolong sederhana dan lebih aman dari hidroponik lain seperti aeroponik dan NFT namut tetap ada hal hal yang perlu diperhatikan. Hal yang perlu dipehatikan seperti jumlah ketersediaan larutan nutrisi dalam kolam jangan sampai kehabisan. Semakin banyak dan besarnya tanaman yang ditanam akan semakin besar pula kebutuhan larutan nutrisi sehingga secara berkala kita tetap perlu melakukan pengontrolan ketersedian nutrisi agar tanaman tetap tumbuh subur dan optimal.

Untuk mengatasi permasalahan ini secara berkala kita perlu menambahkan jumlah larutan sebesar jumlah penyusutannya. Untuk mempermudah dalam mengontrol beri tanda, sebagai penanda kapan waktu isi ulang nutrisi perlu dilakukan. Hindarkan atau minimalisir larutan nutrisi terkena sinar matahari langsung.

Karena apabila sampai terlalu banyak nutrisi yang terkena matahari langsung dapat memicu pertumbuhan alga yang dapat memakan larutan nutrisi. Apabila hal ini terjadi akan mengurangi jatah nutrsis yang seharusnya diterima sehingga tanaman akan kekutangan nutrisi.

Faktor lain yang perlu diperhatikan yaitu mengenai kondisi pH air agar tetap dalam batasan normal. Seperti hidroponik yang lain batas pH air yang tepat dan aman untuk tanaman antara 5,5 – 6,8. Hal ini penting karena apabila kondisi pH diluar ketentuan tersebut akan mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan sempurna.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan sistem hidroponik rakit apung antara lain :
  1. Lebih hemat air dan nutrisi
  2. Tidak bergantung pada kondisi listrik, seperti saat mati sehingga dapat lebih hemat
  3. Biaya pembuatan yang lebih murah
  4. Lebih mudah dalam mencari bahan karena dapat menggunakan bahan yang ada disekitar kita
  5. Perawatan yang tidak terlalu ribet
Kekurangan sistem hidroponik rakit apung antara lain :
  1. Tidak terlalu cocok bila ditempatkan di outdoor
  2. Kadar oksigen yang relatif sedikit
  3. Akar tanaman lebih rentan terjadi pembusukan
Baca juga : Cara Kerja Aquaponik Rakit Apung